Ketika membangun stadium, fokus utama sering kali hanya tertuju pada desain arsitektur, kapasitas tribun, dan pencahayaan lapangan. Ada satu aspek penting yang sering terlupakan bahkan hampir selalu dilupakan, yaitu akustik stadium.
Akustik stadium perlu diperhatikan karena stadium memiliki struktur bangunan yang sangat besar, terbuka, dan didominasi oleh permukaan-permukaan yang keras dan padat yang dapat menyebabkan masalah akustik serius: gema berlebih, suara yang tidak terkontrol, dan kejelasan suara yang berkurang.
Apakah Para Suporter Peduli dengan Kualitas Suara Stadium?
Kualitas suara stadium sering diabaikan karena para kontraktor dan arsitek stadium sering menyepelekan pertanyaan ini: seberapa penting kualitas suara di dalam stadium bagi para suporter? Apakah para suporter pertandingan, apapun itu sepakbola; American Football; rugby; maupun baseball peduli dengan kualitas suara di dalam stadium?
Banyak dari arsitek dan kontraktor pembuat stadium akan menjawab: mereka tidak akan peduli. Mereka akan fokus pada tim yang mereka dukung.
Padahal, tanpa disadari oleh para penonton itu sendiri, sebenarnya mereka memedulikan kualitas suara di dalam stadium.
Akustik yang baik akan menciptakan suasana yang lebih hidup dan magical bagi para penonton. Suara penonton yang menggema, nyanyian suporter yang terdengar hingga seluruh sudut stadium, dan hentakan kaki serta tepuk tangan yang terasa di dada, semua itu memberikan sensasi tak terlupakan bagi para supporter, mereka akan merasa jadi bagian dari sesuatu yang besar (dalam hal ini pertandingan yang sedang berlangsung).
Suasana di dalam stadium tidak boleh disepelekan. Para suporter dengan kebutuhan khusus seringkali merasa suara di dalam stadium terlalu berisik dan bergema, mereka tidak dapat mendengarkan suara lain seperti obrolan para komentator maupun pengumuman dari speaker sehingga mereka tidak bisa menikmati jalannya pertandingan karena mereka hanya mendengarkan teriakan-teriakan suporter yang lain.
Bahkan supporter biasa, bukan berkebutuhan khusus, tidak jarang mengeluh bahwa suara dari pengeras suara stadium kurang optimal. Beberapa keluhan yang kerap dilontarkan adalah:
-
Pengumuman tidak jelas karena bergema
-
Suara tidak merata. Penonton di area tertentu merasa volume terlalu keras, penonton di area lain merasa volume terlalu pelan
-
Artikulasi buruk, terutama untuk vokal manusia, membuat instruksi penting seperti evakuasi atau info pergantian pemain tidak bisa dipahami
Area-Area Lain di Stadium Perlu Peredaman
Stadium bukan hanya terdiri dari lapangan pertandingan. Banyak area lain di dalam stadium seperti ruang ganti dan istirahat para pemain, toilet, lobi, kantin, ruang mesin, dan ruangan-ruangan lain di samping lapangan pertandingan.
Suara berisik di lapangan stadium adalah hal biasa, tetapi orang-orang pada ruangan-ruangan selain lapangan tersebut mengharapkan ketenangan-meskipun tidak mungkin benar-benar sunyi, tetapi tidak seramai suasana di lapangan.
Ruangan-ruangan ini sangat memerlukan treatment akustik, terutama peredaman suara (insulasi ruanga atau soundproofing).
Akustik stadium bagian lapangan dan kursi penonton mungkin bisa Anda abaikan, tetapi area-area lain tersebut tidak boleh sampai terabaikan.
Stadium Bukan Hanya Gelanggang Olahraga
Stadium bukan hanya menjadi gelanggang olahraga, tidak jarang menjadi venue konser. Konser apapun itu: pop, rock, hingga k-pop. Ketika stadium berubah menjadi venue konser, sudah pasti kualitas suara sangat penting. Para penonton sudah sangat mungkin akan memerhatikan kualitas suara.
Jadi sebenarnya, akustik bagian lapangan dan tribun penonton tidak boleh diabaikan, meskipun mungkin penggunaan suatu stadium sebagai tempat konser sangat jarang, mungkin hanya setahun sekali, bukan berarti kualitas akustiknya dapat diabaikan.
Bagaimana Treatment Akustik Stadium?
Akustik untuk stadium terdiri dari 2, yaitu pada perancangan desain arsitektur seperti bentuk stadium dan pemilihan material yang digunakan. Serta penambahan treatment akustik setelah stadium jadi seperti penggunaan panel-panel akustik.
1. Bentuk Atap
Bentuk atap stadium memengaruhi bagaimana suara berinteraksi dengan bangunan stadium. Beberapa contohnya:
-
Atap melingkar secara penuh (menutup seluruh lingkar tribun) dapat mengurung suara dengan baik sehingga suara tidak keluar stadium. Namun, jika tidak dilengkapi material peredam dapat menyebabkan gema panjang yang seolah tak kunjung usai. Contoh Allianz Arena di Jerman.
-
Atap miring ke dalam (cantilever roof).Atap ini menggantung tanpa tiang di depan tribun, biasanya miring ke arah lapangan. Dampak dari atap ini adalah mengarahkan suara penonton ke lapangan, pantulan suara balik ke penonton sangat minim sehingga gema tidak terlalu bergemuruh. Contoh Tottenham Hotspur Stadium
2. Penggunaan Panel Absorber
Panel absorber berfungsi untuk mengurangi gema dan pantulan suara berlebih. Pada akustik stadium, panel absorber tidak perlu diaplikasikan pada seluruh permukaan stadium, hanya pada area tertentu seperti di bawah atap, langit-langit tribun, dinding belakang tribun atau lorong masuk.
Arena lain selain di lapangan dan tribun mungkin juga perlu diberi panel absorber seperti pada lobi pintu masuk atau pada control room sistem audio.
Anda juga bisa menyediakan panel absorber portable (biasanya dilengkapi dengan roda di kakinya) yang hanya dikeluarkan saat acara-acara tertentu seperti konser. Ketika stadium tidak digunakan untuk konser, Anda dapat menyimpannya kembali.
3. Sistem Pengeras Suara yang Merata
Selain bentuk atap, desain arsitektur, dan penggunaan panel absorber, sistem pengeras suara (PA system) di dalam stadium juga berperan besar pada kualitas suara di dalam stadium.
Stadium memerlukan sistem pengeras suara yang dapat menjangkau seluruh penjuru tribun dengan intensitas yang seimbang dan artikulasi suara manusia yang jelas.
Peletakan speaker tidak boleh sembarangan, perlu dilakukan pengaturan zona serta posisi arah pancaran suara agar suara tidak saling berbenturan dan tidak terjadi feedback.
Anda dapat menggunakan software khusus untuk mengatur dan melakukan simulasi tata letak speaker maupun horn loudspeaker.
Akustik stadium bukan sebatas aspek pelengkap. Ia merupakan aspek penting yang sangat esensial yang bahkan perlu dipertimbangkan sejak awal pembuatan desain arsitektur stadium karena suara di dalam stadium bukan hanya soal kenyaringan, melainkan juga tentang bagaimana suasana pertandingan terbentuk.
Di samping itu, stadium-stadium besar berskala internasional bukan sebatas gelanggang olahraga, kegiatan lain juga kerap diselenggarakan di stadium, terutama konser. Sehingga sangat penting untuk memerhatikan kualitas akustik pada stadium yang Anda kelola.
Anda dapat berdiskusi lebih lanjut mengenai akustik pada stadium dengan tim MyStudio Acoustic melalui WhatsApp. Dapatkan informasi lain seputar akustik dan suara di Instagram, TikTok, dan Youtube kami.